Wednesday, 22 September 2021

Cara Membuat Blog dengan Laravel untuk Pemula (Terlengkap!)

 

Laravel merupakan salah satu framework terbaik untuk membuat blog. Dengan framework gratis ini, Anda bisa lebih mudah mengembangkan blog dengan performa terbaik. Sebab, Laravel memiliki layout yang ringan dan dibekali banyaknya library yang siap digunakan.

Lalu, bagaimana cara membuat blog dengan Laravel?

Di artikel ini, kami akan menjelaskan tahapan cara membuat blog Laravel. Mulai dari apa saja aplikasi yang diperlukan dan berbagai konfigurasi pada blog tersebut. Penasaran? Mari mulai dengan tahap persiapan. 

Cara Membuat Blog dengan Laravel

Untuk membuat laravel blog, inilah beberapa langkah yang perlu Anda lakukan:

1. Melakukan Instalasi Laravel

Sebagai langkah awal, Anda perlu melakukan instalasi Laravel. Ada beberapa cara instalasi Laravel, bisa melalui VPS, cPanel, dan di komputer. Nah, di tutorial kali ini kami akan menggunakan Laravel di komputer menggunakan sistem operasi Windows.

Setelah Laravel terinstal, coba buka foldernya dengan text editor favorit Anda. Di panduan ini, kami menggunakan Visual Studio Code.

Pada terminal Visual Studio Code, ketikkan php artisan serve seperti contoh berikut:

PHP artisan serve

Anda akan mendapatkan alamat IP untuk Laravel blog Anda. Cobalah ketikkan pada browser untuk mendapatkan hasil seperti di bawah ini:

Laravel default page

2. Melakukan Konfigurasi Database

Setelah berhasil menginstall Laravel, Anda perlu melakukan berbagai konfigurasi database. Namun, sebelumnya Anda perlu membuat database terlebih dahulu dengan mengetikkan localhost/phpmyadmin di web browser.

Membuat database di PHPMyAdmin untuk laravel blog

Ketika melihat tampilan seperti di atas, isikan nama database yang diinginkan, contohnya belajar-laravel, lalu klik Create. Setelah berhasil, nama database akan muncul di daftar seperti contoh berikut:

Database berhasil ditambahkan

Selanjutnya, Anda bisa menghubungkan Laravel dengan database. Pertama, Anda bisa mencari file .env di dalam folder Laravel.

Mencari file .env

Setelah menemukan file .env, Anda bisa mengubah kode:

DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST = 127.0.0.1
DB_PORT = 3306
DB_DATABASE = laravel
DB_USERNAME = root
DB_PASSWORD = 

Menjadi seperti ini:

DB_HOST = 127.0.0.1
DB_PORT = 3306
DB_DATABASE = belajar-laravel
DB_USERNAME = root
DB_PASSWORD = 

Setelah itu simpan perubahan yang dilakukan. Laravel blog Anda sudah terhubung dengan database. Nah, kadang DB_USERNAME dan DB_PASSWORD memiliki konfigurasi yang berbeda. Jadi, sesuaikanlah dengan konfigurasi web server Anda

Redirect PHP: Cara Membuat Redirect dengan Aman dan Mudah

 

Ketika mengelola website, redirect PHP kadang diperlukan. Tujuannya agar pengunjung dapat dialihkan dari suatu halaman ke halaman lainnya sesuai kebutuhan. 

Sayangnya, kalau metode redirect yang digunakan tidak tepat, malah akan merugikan. Nah, bagaimana cara melakukan redirect dengan benar? Dan apakah metode redirect lain yang bisa digunakan? Kami akan menjelaskannya di artikel ini!

Cara Redirect PHP Standar

Umumnya, membuat redirect yang sederhana dilakukan dengan menggunakan kode sebagai berikut:

<?php
header(“location: urlbaru.php”);

Dengan cara tersebut, pengunjung akan diarahkan ke halaman website yang baru, yaitu URL bernama urlbaru.php.

Namun, cara melakukan redirect ini sebenarnya memiliki kekurangan:

Pertama, redirect pada PHP standar bisa dikatakan kurang aman. Alasannya, dengan menggunakan header() saja untuk pengalihan tersebut, website masih akan menjalankan kode program yang ada di bawah header(). 

Artinya, pengunjung dapat memanipulasi berbagai kode di bawah header() dengan mudah tanpa ketahuan oleh pemilik website. 

Cara Redirect PHP dengan Metode 301

Meskipun mudah dilakukan, redirect PHP standar memiliki kekurangan. Jadi, Anda perlu menggunakan alternatif PHP redirect dengan metode 301, yaitu pengalihan permanen. 

Inilah kode yang bisa Anda gunakan:

<?php
//membuat metode redirect dengan kode 301
header(“location: urlbaru.php”, true, 301);
//membuat kode di bawah header tidak diproses oleh website sehingga lebih aman
exit();

Pada kode di atas, Anda menggunakan kode 301 supaya crawler tidak membaca halaman lama. Jadi, halaman tujuan pengalihan-lah yang akan diindex untuk ditampilkan ke SERP. Hal inilah yang tidak terjadi pada metode sebelumnya.

Metode Redirect Lain

Sebenarnya, untuk mengalihkan halaman website apakah hanya bisa dengan redirect PHP? Jawabannya, tidak. Ada metode lain yang bisa Anda coba, yaitu menggunakan HTML dan JavaScript. 

HTML

Nah, jika menggunakan HTML, contoh kodenya seperti ini:

<meta content=”0; url=urlbaru.php” http-equiv=”refresh”>

Kode di atas akan mengalihkan halaman website ke URL bernama urlbaru.php secara langsung. Sebab, menggunakan interval 0 detik. Dengan begitu, perpindahan halaman terjadi tanpa jeda waktu.

JavaScript

Sedangkan untuk JavaScript, Anda bisa menggunakan kode di bawah:

setInterval( () => {
   window.location.href = ‘urlbaru.php’;
}, 1000);

Kode di atas akan mengalihkan halaman ke urlbaru.php juga. Bedanya, ada waktu jeda selama 1000 ms atau 1 detik baru terjadi pengalihan berkat pengaturan interval.

Jadi, bisa dikatakan bahwa redirect menggunakan HTML dan JavaScript jauh lebih fleksibel karena Anda dapat mengatur kapan halaman akan dialihkan. Namun, redirect PHP masih unggul dari sisi performa dibandingkan kedua metode tersebut.

Mengenal Remote Server secara Tuntas: Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya

 

Tentu akan memudahkan kalau server bisa diakses dari jarak jauh, ya? Anda jadi bisa mengontrolnya tanpa harus ke lokasi server ditempatkan. Kenyataannya, dengan remote server, hal itu bisa dilakukan kok. 

Namun, tahukah Anda apa itu remote server? Di artikel ini, kami akan menjelaskan secara tuntas tentang jenis server ini. Kami juga akan membahas fungsi dan cara kerjanya. Penasaran seperti apa, yuk simak penjelasannya di bawah ini. 

Pengertian Remote Server 

Remote server adalah server yang bisa diakses dari jarak jauh. Jadi, meskipun pengguna tidak berada di jaringan LAN yang sama, bisa tetap masuk ke sistem server tersebut.

Server ini bisa saja Anda letakkan di tempat yang tersembunyi agar tak sembarang diketahui orang. Jadi, lebih menjamin keamanannya. Namun, Anda tetap bisa mengaksesnya tanpa tanpa perlu ke lokasi tersebut.

Apakah semua orang bisa mengakses sebuah remote server? Tentu saja tidak. Sebab, untuk bisa menggunakannya, pengguna harus mengetahui IP server, username , dan password untuk login. 

Cara Kerja Remote Server   

Setelah tahu apa itu remote server, sekarang saatnya memahami cara kerjanya.

Cara kerjanya ini sederhana, kok. Ibaratnya seperti Anda melakukan panggilan telepon. Ponsel Anda adalah komputer untuk mengakses, IP server adalah nomor telepon tujuan: 

Client: “Halo server, izin mau akses secara remote dong”
Remote Server: “Oke, username sama password apa?”
Client: “Ini nih..”
Remote Server: “Benar. Silakan masuk..” 

Nah, jadi kalau sudah berhasil login, baru deh Anda bisa mengakses server secara remote. Sudah cukup jelas, kan? 

Baiklah, mari coba praktekkan cara kerja remote server menggunakan Windows dan Mac. 

Windows 

Inilah cara mengakses remote server menggunakan Windows:

  1. Buka menu Start lalu cari “Map network drive” 
Windows Map Network Drive
  1. Isi kolom folder dengan alamat IP atau hostname dari server yang ingin Anda akses. 
  2. Centang “Reconnect at sign-in” untuk terhubung secara otomatis setiap Anda menyalakan komputer. 
  3. Tekap tombol finish dan Anda akan mendapatkan shortcut server tersebut. 
  4. Selanjutnya klik shortcut dan masukkan username dan password yang telah diset-up. 

MacOS

Berikut ini langkah mengakses remote server menggunakan MacOS:

  1. Klik ikon Finder 
  2. Buka menu “Go” kemudian klik “Connect to Server”
  3. Masukkan alamat IP atau hostname server yang ingin Anda akses. 
  4. Jika server tersebut menggunakan OS Windows, tambahkan “sbm://” sebelum alamat IP atau hostname. 
  5. Klik “Connect” kemudian, masukkan username dan password. 

Itulah cara mengakses selain dengan sistem operasi yang digunakan. Sebenarnya, selain menggunakan aplikasi bawaan dari sistem operasi, Anda juga menggunakan aplikasi lain untuk mengakses server secara remote. 

Aplikasi Remote Server

Nah, ini dia beberapa aplikasi yang biasa digunakan untuk mengakses remote server:

1. Windows Remote Desktop 

Remote desktop merupakan sebuah aplikasi remote yang memang sudah tersedia bagi pengguna yang menggunakan perangkat windows.  

Adapun kelebihan dari Remote Desktop ini adalah sebagai berikut. 

  • Mudah digunakan
  • Server dapat memanipulasi data komputer client dengan mudah 
  • Memiliki fitur chatting dan video call untuk berkomunikasi 
  • Keamanan terjamin karena client tidak dapat memanipulasi data. 

Namun, menggunakan Windows Remote Desktop memang menyebabkan loading komputer Anda akan jadi lebih lambat. 

2. Team Viewer

Team Viewer

Team Viewer juga merupakan aplikasi remote server yang memungkinkan komputer dapat melakukan berbagi file. 

Team Viewer memiliki beberapa fitur yang dapat memudahkan Anda melakukan kontrol dari jarak jauh. Beberapa keunggulan Team Viewer adalah sebagai berikut. 

  • Mudah digunakan

Team Viewer mendukung semua jaringan internet dan bisa digunakan melalui perangkat mobile. 

  • Keamanan terjaga 

Dengan 256Bit AES encryption dan ISO27001, semua data akan terenkripsi jadi keamanan data akan lebih terlindungi.

  • Remote support 

Jika mengalami kesulitan, Anda bisa memanfaatkan layanan bantuan untuk mengatasi masalah. 

  • Terintegrasi dengan Remote Monitoring and Management (RMM) Team Viewer 

Fitur ini memungkinkan infrastruktur server tetap stabil dan terkontrol. 

3. Unified Remote Desktop

Unified Remote Desktop

Unified Remote Desktop merupakan aplikasi yang dapat digunakan di berbagai sistem operasi, baik Windows, Mac, ataupun Linux. Anda juga dapat menggunakan aplikasi ini melalui perangkat mobile. 

Untuk bisa saling terkoneksi, baik remote server maupun perangkat yang akan mengakses, harus menginstalnya dulu.

Beberapa fitur unggulan yang bisa Anda gunakan pada aplikasi ini adalah

  • Easy Connection 

Aplikasi ini mudah digunakan dan mendukung berbagai koneksi mulai dari jaringan mobile, Wi-Fi maupun bluetooth. 

  • Security

Aplikasi ini menyediakan password enkripsi untuk meningkatkan keamanan data. 

  • Multiple Themes

Tersedia banyak tema untuk mengganti tampilan aplikasi Anda. 

  • Screen Viewer 

Dengan fitur ini, Anda bisa melihat tampilan komputer Anda melalui aplikasi.  

Aplikasi ini dapat Anda unduh secara gratis. Namun, ada juga versi premium dengan fitur-fitur tambahan. 

Website vs Web Application : Pilih yang Mana Ya?

 

Teknologi memang tak ada matinya! Hampir semua urusan berkaitan dengan teknologi. Dan salah satu yang paling dirasakan adalah bisnis. 

Di dunia serba online ini, bisnis butuh platform yang bisa menunjang branding, marketing, hingga engagement dengan konsumen. 

Bahkan saat kebutuhan bisnis semakin meningkat. Seperti membutuhkan platform yang bisa memproses transaksi secara otomatis, juga yang bisa mengatur task pekerjaan secara real time. Butuh ini-itu. Duh! 

Untuk mewujudkannya, Anda memiliki dua pilihan, yaitu website atau web app. 

Keduanya adalah teknologi yang terlihat sebelas-dua belas. Karena hampir mirip bahkan tidak sedikit juga yang bingung dan bertanya-tanya: 

  • “Kapan saya harus pakai website?” 
  • “Apa sih web app itu?” 
  • “Memangnya, perbedaan keduanya apa?”
  • “Yang mana yang lebih cocok ya, website atau web app?”

Tenang, jika Anda memiliki pertanyaan yang sama, di artikel ini Anda akan menemukan jawabannya. Yuk, langsung mulai saja.

Apa Itu Website?

Website adalah kumpulan halaman di dalam suatu domain di internet yang dapat diakses melalui browser. Tujuan dibuatnya website, untuk menyampaikan suatu informasi kepada pengguna.

Di dalam homepage terdapat beberapa kategori yang disusun dalam satu menu, ditunjukkan pada kotak nomor 1. Di dalam tiap kategori terdapat beberapa halaman yang topiknya sama.

Sedangkan, kotak nomor 2 adalah page atau halaman yang berisi informasi spesifik. 

Website ini punya sistemnya seperti buku. Ada yang menulis dan ada pula yang membaca. 

Admin atau pengelola website menulis informasi kepada pengunjung melalui tiap page di website. Dan Anda yang mengunjungi website sebagai pembaca.

Karena tujuannya untuk memberikan informasi, pada website yang bentuknya paling sederhana, pengunjung tidak dapat menambah informasi tersebut.

Misalnya seperti berkomentar. Jadi, tidak ada interaksi langsung di sana.

Namun, website semakin berkembang sehingga pengunjung dapat “melakukan sesuatu” di dalam website dan bukan hanya membaca.

Contohnya, memberi komentar, membagikan blog post, dan lainnya.

Apa Itu Web Application?

Berbeda dengan website, web application (mari kita singkat menjadi web app) memungkinkan interaksi di dalamnya. Misalnya, mengirim formulir, menggunakan fitur chat, pembayaran online, dan lain-lain.

Sebenarnya, jenis web app yang dapat kita temukan sekarang ini beragam. Namun, mari kita tengok salah satu web app terlaris saat work from home, Quire.

salah satu contoh web application quire

Di sana Anda dan tim dapat menyusun tugas kerja, mengatur workflow, hingga berkomunikasi dengan sesama. Semua fitur itu tidak dapat Anda temukan di website biasa.

Fitur-fitur tersebut diprogram secara khusus sesuai kebutuhan. Namun, tetap berbasis web agar mudah digunakan orang banyak, tanpa perlu download dan instal di desktop.

Dengan kata lain, web app adalah program layaknya software tapi berbasis web dan dapat diakses melalui browser. Web app lebih menonjolkan fitur dan interaksi penggunanya.

Perbedaan Website dan Web Application

Jika dilihat, keduanya sama-sama dapat diakses dari browser, membutuhkan internet, dan juga mungkin masih ada persamaan yang lainnya.

Lalu perbedaannya di mana?

Website dan web app itu kembar tapi tak sama ya? Hahaha, tidak juga kok. Ada cara yang lebih mudah untuk membedakan mereka. Mari kita bedah bersama.

1. Karakteristik 

Untuk membedakan antara website dan web app paling mudah memang dilihat dari karakteristiknya. Seperti yang terlihat pada tabel di bawah.

WebsiteWeb App
Penggunaan hosting sesuai kebutuhan.Biasanya menggunakan cloud hosting karena penggunaan data yang lebih besar.
Konten bersifat informatif dan dapat ditampilkan baik statis maupun dinamis.Menonjolkan fitur dan interaksi yang fleksibel antar pengguna.
Diakses dari browser desktop maupun mobile.Diakses melalui browser dan dapat digunakan lintas platform.
Mengatur navigasi yang user friendly dapat menggunakan CMS dengan mudah.Sistem atau program dirancang sendiri dengan bahasa pemrograman.
SEO friendly dan dapat muncul dalam mesin pencarian google.Perlu sign in, segala data pengguna  tidak akan muncul di mesin pencarian google.
Berupa kumpulan halaman yang dapat diakses.Berupa app tetapi tidak perlu di download.

Dari tabel, kita bisa tahu bahwa website jauh lebih simpel. Hal itu karena website ditujukan untuk penggunaan yang lebih ringan dibandingkan web app. 

Kebutuhan server pun fleksibel sesuai kebutuhan. Website dapat berjalan hanya menggunakan shared hosting. Dan dapat diupgrade ke VPS atau Cloud Hosting jika memang dibutuhkan.

Terlebih lagi, karena tidak terlalu banyak fitur, website dapat di-setting menjadi mobile friendly sehingga memiliki cara akses lebih fleksibel. 

Sebaliknya, web app memiliki kustomisasi fitur yang unik. Kebutuhan penyimpanan data pengguna dan aktivitasnya pun jauh lebih kompleks. 

Karenanya penggunaan data web app lebih banyak, web app membutuhkan server yang jauh lebih besar, sekelas Cloud Hosting.

Dan sesuai namanya, akses hanya dapat dilakukan dari web. Kalaupun ingin di akses dari device mobile, ya pilihannya adalah membuat mobile app. 

Meski begitu, web app dapat diakses lintas platform atau dapat digunakan diberbagai sistem operasi. Misalnya, Windows, Linux, Mac Os, dll.

2. Tugas Utama 

Website dan Web App dibangun dengan tujuan yang berbeda. Singkatnya yaitu:

WebsiteWeb App
Memberikan informasi kepada pembaca.Pengolahan data dan informasi secara otomatis.

Aktivitas utama website adalah memberikan informasi, baik itu untuk tujuan branding, marketing, edukasi, dan lain sebagainya. 

Informasi berupa konten di-posting dalam sebuah halaman dan pengunjung membacanya. Sesimpel itu loh. 

Beda lagi dengan web app. Kita ambil contoh ecommerce Shopee. Di sana ada pengolahan data yang jika dibedah kira-kira akan seperti ini:

  • Shopee menampilkan data produk secara real time. Misalnya, produk sold out otomatis, dll.
  • Shopee mengolah data pembayaran seperti, nomor invoice, notifikasi tagihan, pengecekan pembayaran otomatis, dll.
  • Hingga mengolah informasi review produk. Contohnya, review dari 100 orang untuk satu barang dan dirangkum menjadi rating dalam bintang.

Tiga hal diatas hanyalah contoh kecil dari pengolahan data web app. Tentunya masih ada banyak lagi proses yang lainnya.

3. Kompleksitas 

Karena fungsi dan penggunaan yang berbeda, maka masing-masing memiliki fitur yang berbeda pula. Tentu saja berpengaruh pada tingkat kerumitan keduanya.

WebsiteWeb App
Navigasi mengandalkan menu yang tersusun rapi.Navigasi dibuat berdasarkan fungsi.

Jika di website Anda dapat menemukan navigasi terstruktur seperti, menu > submenu > halaman/post, dll. 

Maka, di web app Anda akan merasakan sistem navigasi secara intuitif. 

Dengan kata lain, pengguna bisa menyesuaikan diri dengan cepat dan tidak merasa kesulitan menggunakannya. 

Justru karena itu mengapa web app membutuhkan User Interface yang lebih kompleks dibanding website.

Karena keunikan fiturnya, web app memiliki tingkat kerumitan lebih tinggi dibanding website. Dibutuhkan coding untuk mengkustomisasi navigasi sesuai kebutuhan.

PHP Developer: 10 Tips Menjadi PHP Developer Handal

10 Tips Menjadi PHP Developer yang Profesional

Inilah berbagai tips yang bisa Anda lakukan supaya menjadi PHP developer yang profesional:

1. Berlatih Membuat Website

Practice makes perfect. Sebagai seorang PHP developer, Anda perlu terus berlatih membuat website. Dengan begitu, logika pemrograman Anda kian terasah untuk membangun alur website yang baik. 

Selain itu, Anda akan lebih familiar dengan aturan penulisan PHP sehingga dapat melakukan problem solving dengan mudah jika ada error pada website. 

Dengan banyaknya website yang dibuat, pengalaman dan portofolio Anda jadi lebih lengkap. Ini bisa menjadi bekal bagi Anda untuk mendapatkan berbagai pekerjaan atau project.

2. Menulis Kode dengan Rapi

Kode yang rapi dan terstruktur (clean code) bisa untuk menilai kualitas seorang PHP developer.  Oleh karena itu, selalu upayakan coding Anda mudah dibaca, mulai dari indentasi hingga hal teknis lainnya. 

Salah satu contohnya, hindari menulis komentar pada setiap baris seperti ini:

<?php
$nama = “Niagahoster”; //memberikan variabel nama bernilai Niagahoster
$alamat = “Jl. Palagan Tentara Pelajar no. 81”; //memberikan variabel alamat

Lebih baik Anda meletakkan komentarnya seperti ini:

<?php
//membuat data perusahaan
$nama = “Niagahoster”;
$alamat = “Jl. Palagan Tentara Pelajar no. 81”; 

Terbiasa menulis kode yang rapi tidak hanya membuat website lebih stabil, tapi juga memudahkan untuk berkolaborasi dengan developer lain. 

3. Lakukan Validasi Data Pengguna

Seorang PHP developer harus rajin melakukan validasi data pengguna. Tujuannya, memastikan tidak ada query aneh yang dikirimkan ke server dan pada akhirnya membahayakan website. 

Ini penting untuk mencegah website dibobol oleh hacker dengan berbagai teknik peretasan.

Maka dari itu, Anda perlu menguasai berbagai teknik hacking, seperti phising, deface, XSS, dan masih banyak lagi. Dengan begitu, Anda juga tahu bagaimana cara mengatasi teknik tersebut.

4. Berkontribusi Pada Projek Open Source

Banyak projek besar bermula dari open source. Jadi, mulailah untuk mencari sebuah project open source dan berkontribusi di dalamnya. 

Langkah ini penting bukan hanya untuk menambah pengalaman tapi juga memperluas jaringan (networking). Anda bisa menunjukkan kemampuan Anda dalam project tersebut sekaligus belajar dari PHP developer lain dari cara mereka bekerja. 

Bahkan, jika project yang dikerjakan itu berhasil, Anda bisa menjadikannya portofolio untuk mendapatkan pekerjaan di masa mendatang.

5. Ikut Sertifikasi

Bagaimana orang lain tahu kemampuan Anda sebagai seorang PHP developer? Salah satunya dari sertifikat yang Anda miliki. Dokumen ini bisa Anda sertakan saat melamar pekerjaan atau saat akan bergabung di sebuah project. 

Bahkan, Anda bisa juga menaruh sertifikat Anda pada LinkedIn agar lebih banyak orang yang mengetahuinya. Tujuannya, membuka kesempatan untuk penawaran kerjasama dalam pengerjaan pengembangan website. 

6. Menguasai PHP Framework

PHP developer wajib menguasai PHP framework karena dapat membantu untuk membuat website dengan lebih mudah. Beberapa PHP framework yang saat ini cukup populer adalah CodeIgniter dan Laravel. 

Dengan menguasai framework, semakin banyak website yang bisa dihasilkan dalam waktu cepat. Selain itu, semakin besar kesempatan untuk mengerjakan sebuah project pengembangan website. Alasannya, sebagian besar website dibangun dengan framework dibanding PHP murni. 

7. Gunakan Text Editor yang Memudahkan

Keseharian seorang PHP developer selalu berkutat dengan coding dan text editor. Untuk itu,  penting untuk memilih text editor yang paling pas dengan kebutuhan.

Salah satunya, menggunakan text editor yang memiliki fitur snippet sehingga tidak perlu menulis kode secara lengkap. Jadi, pekerjaan bisa jauh lebih cepat.

Tidak hanya itu, beberapa text editor bisa saja memberikan informasi syntax yang mungkin belum Anda ketahui. Jadi, bisa sekaligus belajar untuk memperdalam skill Anda.

8. Selalu Gunakan _once()

Penggunaan _once() pada beberapa kode PHP dapat membantu meningkatkan performa website. 

Contohnya, penggunaan include_once() untuk dapat berkomunikasi dengan file lain. Jika Anda menggunakan include_once(), website hanya akan memproses sekali saja sehingga akan menghemat kinerja server.

Oleh karena itu, membiasakan penggunaan kode ini dengan tepat bisa membentuk skill coding dan mempercepat pekerjaan Anda.

9. Menggunakan Class dan Function Bawaan

Anda sebaiknya menggunakan class dan function bawaan PHP. Itu karena performa function bawaan PHP akan lebih baik jika Anda membuat function sendiri.

Seperti yang Anda tahu, PHP telah menyediakan berbagai function yang dapat memenuhi kebutuhan Anda. Dengan begitu, Anda tidak perlu repot-repot membuat semuanya dari awal.

10. Menggunakan DBMS

DBMS (database management system) digunakan untuk mengelola database dengan lebih mudah. Banyak fitur yang dimiliki DBMS yang bisa membantu pekerjaan Anda menjadi lebih cepat. 

Selain itu, Anda dapat mengelola database tanpa menggunakan command line sama sekali. Cukup praktis, bukan?

Kelebihan dan Kekurangan Linux yang Perlu Anda Tahu

Linux memang belum sepopuler Windows. Namun, sistem operasi ini sebenarnya cukup dikenal dengan berbagai kelebihan yang tidak dimiliki oleh sistem operasi lain. 

Salah satu yang paling terlihat adalah kemudahan Linux untuk dikembangkan. Bukan hanya untuk kebutuhan desktop, tapi mumpuni untuk smartphone, server, hingga TV.

Sayangnya, Linux juga memiliki beberapa kekurangan yang mungkin perlu Anda pertimbangkan sebelum menggunakannya. 

Nah, di artikel ini, kami akan membahas lengkap tentang apa itu Linux, termasuk kelebihan dan kekurangan Linux. Yuk, simak artikel ini lebih lanjut!

Apa itu Linux?

Linux adalah sistem operasi yang free dan bersifat open source. Sistem operasi ini tidak hanya gratis untuk digunakan, tapi juga bebas untuk dikembangkan.

Hasil dari pengembangan linux biasanya dikenal dengan istilah distro. Dan, saat ini sudah ada ribuan distro Linux dengan karakteristik dan tujuan penggunaannya masing-masing. Baik untuk desktop, server dan mobile.

Beberapa contoh distro populer di Linux adalah Ubuntu, Fedora dan OpenSuse. Sementara, dari tujuan penggunaan ada Ubuntu desktop, Ubuntu Server, CentOS dan Plasma Mobile.

Penggunaan Linux pada desktop memang tidak sebanyak Windows. Namun, 96,3% server top di seluruh dunia menggunakan Linux sebagai sistem operasinya. Kenapa demikian ya? Memangnya apa saja sih kelebihan dan kekurangan Linux ini?

Kelebihan Linux

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari sistem operasi Linux:

1. Gratis

Seperti disebutkan, Anda bisa menggunakan sistem operasi Linux secara gratis. Baik untuk pribadi atau kebutuhan bisnis. Untuk digunakan di desktop maupun untuk server. 

Bukan itu saja, aplikasi yang ada di dalam distro Linux juga bisa digunakan secara gratis. Jika ada aplikasi yang dibutuhkan tapi belum disertakan, Anda pun bisa mendownloadnya tanpa biaya. 

2. Mudah Digunakan

“Linux itu sistem operasi yang sulit digunakan, apalagi bagi pemula..”

Itu dulu. Saat ini, banyak distro Linux yang sangat ramah pengguna. Contohnya adalah Ubuntu. 

Sistem Linux terus dikembangkan sehingga menjadi lebih sederhana dan user-friendly. Salah satunya dengan penggunaan proses yang berbasis tampilan atau Graphical User Interface (GUI).

Dengan adanya GUI, Anda tak perlu lagi repot mengetikkan perintah menggunakan Terminal (seperti Command Prompt di Windows). Bahkan GUI ini tidak hanya ditemukan pada penggunaan aplikasi, tapi juga saat proses instalasi Linux.

3. Aman

Linux terkenal sebagai sistem operasi yang aman, baik dari aksi peretasan maupun dari serangan virus. Kenapa bisa demikian?

cara melindungi website dari serangan hacker

Pertama, pengguna Linux belum terlalu banyak. Jadi, belum merupakan sasaran empuk bagi aksi peretasan dengan malware atau penyebaran virus.

Kekurangan Linux

Sudah banyak kelebihan Linux yang dibahas di atas. Lalu apa saja sih kekurangan Linux?

1. Aplikasi Masih Sedikit

Anda memang bisa melakukan berbagai pekerjaan dengan aplikasi yang ada di Linux. Namun, Linux belum mendukung sebagian aplikasi populer yang mungkin Anda perlukan. Misalnya, Adobe Photoshop, Adobe Illustrator atau Corel Draw. 

Hal ini terjadi karena developer belum banyak yang melirik Linux untuk mengembangkan aplikasi mereka. Salah satu alasannya tentu karena penjualan aplikasi di Windows atau mac OS dianggap lebih menguntungkan. 

2. Kurangnya Support untuk Hardware

Dukungan hardware masih menjadi kendala saat menggunakan Linux. Seperti halnya dengan aplikasi, belum banyak vendor yang menyediakan driver untuk sistem operasi ini. Alhasil, banyak perangkat di laptop atau komputer tidak otomatis terdeteksi di Linux.

kelebihan dan kekurangan linux dari dukungan hardware

Apa akibatnya? Tanpa dukungan driver, hardware seperti mouse maupun earphone yang digunakan bisa saja tidak maksimal atau malah tidak bisa digunakan sama sekali.

Anda memang masih bisa melakukan instalasi driver secara manual. Namun, cara ini tentu merepotkan dan belum tentu berhasil dengan baik. 

3. Kurang Cocok untuk Gaming

Linux memang kurang mendukung kebutuhan gaming. Apa saja alasannya?

Pertama, game developer belum banyak yang membuat game untuk Linux. Artinya, jumlah game di Linux terbatas dan kualitasnya belum seperti game di Windows. 

Kedua, dukungan driver pada graphic card untuk mendukung game juga terbatas. Hal ini akan mempengaruhi pengalaman game yang dijalankan. Jangankan seri graphic card terbaru, untuk versi lama pun mungkin Anda harus melakukan instalasi driver secara manual.

Apa Itu React Native? Simak Penjelasan Lengkapnya!

 

Apakah Anda ingin mengembangkan mobile apps dalam waktu singkat? React Native solusinya!

Salah satu kunci untuk membuat aplikasi dengan hemat waktu tergantung framework front-end yang dipakai.

Dengan framework yang praktis, Anda bisa membangun aplikasi tanpa membuang resource dan energi.

Nah, React Native adalah framework front-end yang mampu mengatasi kegelisahan Anda itu.

Bedanya dengan framework lainnya, React Native bersifat cross-platform. Artinya, Anda bisa membuat aplikasi untuk berbagai platform sekaligus. Itu sesuai dengan janji React Native: Learn once and write anywhere.

Penasaran kan? Nah tanpa berlama-lama lagi, yuk kita pelajari apa itu React Native!

Apa Itu React Native?

Framework React Native

React Native adalah framework JavaScript untuk mengembangkan aplikasi mobile secara multi-platform. Khususnya, pada bagian front-end alias interface aplikasi.

Gimana? Pengertian React Native gampang banget, kan? Untuk mempermudah pemahaman Anda, berikut adalah beberapa fakta menarik tentang React Native:

Dengan belajar React Native, Anda bisa mengembangkan aplikasi mobile untuk berbagai platform dengan cepat. Sebab, sifatnya yang cross-platform memungkinkan satu codebase bisa digunakan di iOS dan Android.

Sumber:  https://reactnative.dev/docs

Selain itu, React Native juga menghasilkan aplikasi dengan UI/UX mengesankan. Aplikasi bisa berfungsi dengan smooth dan komponennya (seperti tombol-tombol) merespon dengan baik layaknya dibuat dengan kode Native. 

Pahami Ini Sebelum Belajar React Native

Kalau mau jago menyelam, harus bisa berenang dulu, kan?

Sama halnya dengan belajar React Native, Anda perlu mencicipi beberapa basic knowledge berikut:

  • HTML. Bahasa markup untuk membuat struktur halaman website;
  • CSS. Bahasa style sheet untuk mendesain tampilan website;
  • Dasar JavaScript. Bahasa pemrograman yang membuat website interaktif dan fitur-fiturnya berfungsi;
  • ECMAScript 6 (ES6). Versi modern dari JavaScript yang membawa fitur-fitur baru (modules, arrow function, classes, dll);
  • JavaScript XML (JSX). JavaScript tambahan yang memungkinkan developer mengadaptasikan HTML di React;
  • React. Library JavaScript untuk membangun User Interface (UI) website atau aplikasi web. React Native menggunakan environment React dalam pengembangan aplikasi.

Selanjutnya, kami akan mengajak Anda memahami cara kerja React Native.

Cara Kerja React Native

Cara Kerja React Native

Cara Kerja React Native cukup simple, yaitu:

  1. Developer menggunakan kode React untuk membangun interface aplikasi;
  2. Kode React akan diinterpretasikan menjadi JavaScript agar nantinya bisa digunakan untuk aplikasi mobile;
  3. React Native akan menggunakan fitur bridge untuk mengolah codebase menjadi Native Module (Android Module, iOS Module);
  4. Native Module siap digunakan di platform yang bersangkutan.

Penting diketahui, meski cara kerja React Native sederhana, terkadang hasil bridging kurang sempurna. Sehingga, developer perlu menyesuaikan beberapa komponen React Native yang kurang kompatibel tersebut.

Self-talk dalam Psikologi

Self-talk dalam Psikologi Sempatkah kalian berdialog dengan diri sendiri? Dimana kala suara-suara kecil di kepala kalian mengisi benak kali...